KABARDEWAN.COM — Kampanye “Bandung Keren Tanpa Miras” mengajak
masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk tidak menjadikan minuman keras
(miras) sebagai bagian dari gaya hidup maupun aktivitas pergaulan.
Kampanye tersebut digaungkan peserta Pelatihan Kepemimpinan
Pengawas (PKP) Angkatan VI yang diikuti para pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah
Kota Bandung. Tema Kampanye anti minuman keras secara khusus diluncurkan oleh Kelompok
3 PKP Angkatan VI dengan Ketua Hera Sukmayanto.
Hera menyebutkan, upaya mencegah maraknya
konsumsi miras tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan dan penindakan.
Menurutnya, kepedulian masyarakat dan lingkungan pertemanan juga memiliki peran
penting dalam mencegah anak muda terjerumus pada perilaku berisiko.
“Anak muda tidak perlu miras untuk bisa bersenang-senang.
Nongkrong, olahraga, bermain musik, membuat konten kreatif, maupun berkegiatan
bersama komunitas tetap bisa dilakukan tanpa alkohol,” ujar Hera, Selasa 8
September 2026.
Ia menilai tekanan dari lingkungan pertemanan menjadi salah
satu hal yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, Hera mendorong para remaja
agar berani menentukan pilihan dan tidak ikut-ikutan hanya karena ajakan teman.
“Kalau ada yang mengajak minum, tidak perlu malu untuk
mengatakan, ‘Nggak, Bro. Gue nggak minum miras.’ Berani menolak justru
menunjukkan bahwa kita punya prinsip,” kata Hera.
Menurut Hera, kampanye ini juga mengajak masyarakat untuk
tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi turut menjaga teman dan lingkungan.
Teman yang mulai sering mengonsumsi alkohol sebaiknya diajak berbicara dan
diarahkan pada kegiatan yang lebih positif, bukan langsung dihakimi.
Hera menegaskan bahwa pesan utama kampanye tersebut sangatlah
sederhana, “Keren tidak harus minum miras. Keren adalah berani mengatakan tidak”.
“Mari bersama-sama menciptakan Bandung yang aman, sehat, dan
nyaman. Jangan membeli, menjual, atau ikut mengedarkan miras. Jangan pula
ikut-ikutan karena tekanan teman. Kalau menemukan dugaan pelanggaran, laporkan
melalui kanal yang tepat, bisa ke kepolisian atau apart Daerah setempat”
pungkas Hera.*
Usai Jokowi Pamerkan KTA, DPD PSI Kota Bandung Harap Jokowi Masuk Struktur DPP
1 hari yang lalu
DPRD Kota Bandung sebut Perlinsos Gugah Minat Warga Lakukan Aktivasi IKD
2 hari yang lalu
Fraksi Fraksi Setujui Perubahan Tata Tertib DPRD Kota Bandung, Dorong Penguatan Kelembagaan Dewan
1 minggu yang lalu
DPRD Kota Bandung Tetapkan Raperda tentang BPR menjadi Perda
1 minggu yang lalu